Kontrol PWM pada Motor DC
Kontrol PWM (Pulse Width Modulation) pada Motor DC. Sering, diantara kita mencoba untuk mengontrol motor DC dengan menggunakan variable resistor atau variable resistor yang terhubung dengan sebuah transistor. Pada akhir menjelang control PWM bekerja dengan baik, system ini menghasilkan panas sehingga membuang-buang energi yang ada. Rangkaian di bawah ini memperkecil permasalahan yang ada. Pengontrolan kecepatan pulsa motor menggunakan pulsa yang pendek. Pulsa ini mengubah durasinya untuk mengubah kecepatan motor. Semakin panjang pulsa, semakin panjang putaran motor.
Berikut rangkaiannya :
Part / komponen:
Ketentuan:Berikut rangkaiannya :
Part / komponen:
Part | Total Qty. | Description | Substitutions |
R1 | 1 | 1 Meg 1/4W Resistor | |
R2 | 1 | 100K Pot | |
C1 | 1 | 0.1uF 25V Ceramic Disc Capacitor | |
C2 | 1 | 0.01uF 25V Ceramic Disc Capacitor | |
Q1 | 1 | IRF511 MOSFET | IRF620 |
U1 | 1 | 4011 CMOS NAND Gate | |
S1 | 1 | DPDT Switch | |
M1 | 1 | Motor (See Notes) | |
MISC | 1 | Case, Board, Heatsink, Knob untuk R2, Socket untuk U1 |
- R2 mengatur kecepatan osilator, mempengaruhi kecepatan motor dc
- M1 dapat menggunakan motor DC yang bekerja pada tegangan 6 V dan menggunakan sumber arus tidak melebihi Q1. Nilai voltase sumber dapat diganti dengan voltase yang lebih tinggi. Perhitungkan daya yang digunakan Q1 jika sumber tegangan di ubah
- Q1 butuh heatsink
- Q1 dapat menghandle arus 5A, IRF620 dapat menghandle arus 6A, lihat datasheet
0 Komentar